KPI (Key Performance Indicators) merupakan target ukuran keberhasilan dari setiap Output Kerja yang ada di Job Description yang merupakan bentuk nyata KEBERMANFAATAN atau SOLUSI yang harus dihasilkan oleh setiap SDM di jabatan masing-masing. Rumusan daftar output kerja belum memiliki makna bisnis atau Nilai Bisnis atau Capital bilamana belum disertai dengan target KPI nya.
Target KPI ditetapkan secara TOP DOWN sesuai kebutuhan perusahaan dalam berbisnis. di tahun penilaian kinerja. Jadi kalau ada KPI yang ditetapkan secara BOTTOM UP maka hal ini patut dipertanyakan mengenai tujuan dan kualitas KPI yang ditetapkan tersebut.
Setiap Unit Kerja sudah membawa KPI bawaan masing-masing sesuai dengan lingkup kerjanya yang merupakan KPI tertinggi yang harus direalisasikan dengan dihadirkannya Unit Kerja tersebut di perusahaan.
Contoh:
- 100% Target Nett Profit tercapai (Unit Sales)
- 100% Target Market Share tercapai (Unit Marketing)
- 100% SDM mampu menghasilkan Target OUTCOME (Output+KPI) (HC + UKER)
- 100% tingkat kehandalan TI yang terpasang (Unit IT)
- 100% tingkat kepatuhan terhadap prosedur berbisnis (Audit)
- 100% tingkat ketersediaan barang/bahan kerja di perusahaan (Procurement)
Setiap Unit Kerja harus diarahkan untuk merealisasikan Target KPI Bawaan tersebut secara bertahap. Target KPI BAWAAN tersebut tidak boleh ditawar targetnya menjadi dibawah 100%. Itulah Target KPI yang harus direalisasikan dengan dihadirkannya Unit Kerja di Perusahaan. Karena, perusahaan membayar sejumlah nilai Investasi dalam menghadirkan setiap Unit Kerja adalah UNTUK BERHASIL bukan untuk setengah berhasil. Ini merupakan Nilai Capital atau Nilai Bisnis yang diberikan oleh Unit Kerja kepada perusahaan sebagai bentuk ROI (Return On Investmen).
Bagaimana untuk merealisasikan Target KPI bawaan tersebut? Jawabannya ada di implementasi "MBO3" disertai dengan "HCM".
