Target Kinerja Perusahaan Bisnis
2024-07-14 - Tri Warsono


Dulu, saya pikir target bisnis perusahaan hanyalah Net Profit dan Pengembangan Bisnis Perusahaan. Ternyata setelah didalami mengenai kata TARGET PERUSAHAAN, ada banyak target internal perusahaan yang juga harus tercapai. Bilamana tidak ada komitmen untuk harus tercapa, maka perusahaan dapat menghadapi masalah yang cukup serius.


Penjelasannya adalah sebagai berikut. Setiap Perusahaan Bisnis pasti menginginkan mendapatkan Capital Returned Value atau Nilai Balik Investasi yang telah diinvestasikan ke semua Sumber Daya Bisnisnya yang tentunya dengan keuntungan yang telah ditargetkan.


Setiap Unit Kerja adalah Sumber Daya yang harus ada untuk memberhasilkan Bisnis Perusahaan. Contoh sumber daya: Production, F&A, Human Capital, Audit, IT, dan sebagainya.


Setiap Sumber Daya atau Unit Kerja (Departemen) tersebut memiliki Peran atau Fungsi tertentu terhadap Bisnis Perusahaan untuk mengamankan Aspek Tertentu. Misalnya:

Unit Produksi memiliki fungsi: Target Produksi tercapai,

Unit Marketing & Sales memiliki Fungsi: Target penjualan tercapai

Unit IT memiliki fungsi: Sistem IT bekerja dengan HANDAL dan AMAN.

Unit HC memiliki fungsi: Setiap individu SDM menghasilkan Output Kerja terbaiknya.


Perusahaan berinvestasi dengan menghadirkan setiap Unit Kerja (Kelompok Kerja) tersebut dengan harapan Perusahaan mendapatkan Nilai Investasi Balik berupa Fungsi yang dari setiap Unit Kerja termunculkan dengan sepenuhnya sehingga Operasional Bisnis Perusahaan dapat berjalan dengan Lancar, Efektif, Target Bisnis Tercapai, Memenuhi Aturan Hukum, Aman dan Efisien.


Di seiap Unit Kerja, pasti ada seumpulan SDM yang berada di jabatan masing-masing dan masing-masing jabatan memiliki Fungsi Khusu nya terhadap Bisnis Perusahaan.


Perusahaan Bisnis pasti memiliki Target Bisnis tertentu:

  1. Target Nett Profit
  2. Target Market SHare
  3. Target Pertumbuhan Usaha
  4. Target Brand Image
  5. Target Corporate Image


Semua komitmen dalam berbagai bentuk pasti mengarah ke Target Bisnis tersebut diatas, misalnya:

  1. Visi dan Misi Bisnis Perusahaan
  2. Key Performance Indicators
  3. Core Values
  4. Corporate Cultures
  5. Slogan Kerja atau MOTTO
  6. Peraturan Perusahaan
  7. Kebijakan Perusahaan
  8. dan sebagainya


Setiap perusahaan pasti mengharapkan tercapainya beberapa TARGET BESAR berikut ini:

Semua Unit Kerja (Departemen) dapat memberikan ROI berupa munculnya hasil kerja sesuai dengan masing-masing Fungsi Dasar dari mengapa setiap Unit Kerja (Departemen) tersebut harus ada di Perusahaan.

Semua SDM dapat memberikan ROI berupa hasil kerja sesuai dengan masing-masing Fungsi Dasar mengapa setiap SDM tersebut harus ada di perusahaan.

Biaya untuk Tata Kelola dan Pengembangan SDM selalu di level yang WAJAR secara Best Practice.

Biaya operasional Bisnis Perusahaan di semua Unit Kerja selalu terjaga di level wajar.

Bisnis Perusahaan terkelola sesuai dengan Kaidah GCG (Good Corporate Governance) secara penuh

Bisnis Perusahaan terkelola sesuai dengan Regulasi atau Unda-Undang yang berlaku secara penuh.


Jadi kesimpulannya, Bisnis Perusahaan harus terkelola dengan rangkaian KPI yang besar:

  1. 100% Target Nett Profit tercapai
  2. 100% Target Market Share tercapai
  3. 100% Target Fungsi dari semua Unit Kerja termunculkan
  4. 100% Target Fungsi dari semua SDM termunculkan
  5. 100% Target Kepatuhan terhadap semua Regulasi dan UU tercapai
  6. 100% Target kepatuhan terhadap semua aspek GCG tercapai
  7. 100% Target Brand Image di masyarakat tercapai


Daftar TARGET BESAR tersebut tidak boleh ditawar karena target tersebut merupakan target bawaan dari mengapa Unit Kerja tersebut dihadirkan di perusahaan. Yang bisa dikelola adalah bagaimana perjalanan mendekatkan capaian target saat ini menuju TARGET BESAR tersebut.


Nah, untuk merealisasikan daftar TARGET BESAR tersebut, kunci keberhasiannya ada di Tata Kelola dan Model Kepemimpinan yang diaplikasikan di Level Middle Management (Manajemen Eksekusi) di tingkat Unit Kerja. Masih sangat jarang ada perusahaan yang menyadari pentingnya Model Manajemen Pelaksana (Middle Management) yang tepat dan efektif untuk merealisasikan rangkaian TARGET BESAR tersebut. Bahkan banyak Unit Kerja tidak memiliki Pola Tata Kelola Unit Kerja dan Model Leadership yang tegas dan jelas yang dipastikan dapat merealisasikan TARGET BESAR tersebut. Masih banyak Kepala Unit Kerja yang banyak mengikuti pelatihan Manajemen dan Leadership tetapi tidak dijelaskan atau tidak dilengkapi dengan Pola Kerja dan Langkah kerjanya bagaimana. Sehingg, ketika kembali ke tempat kerja dari sesi pelatihan, Kepala Unit Kerja tidak paham sepenuhnya bagaimana aplikasi dari Tata Kelola Unit Kerja dan Model Kepemimpinannya di Unit Kerjanya.


DAN, SOLUSI mengenai hal ini pasti ada!!!